Aspek Pemasaran dan Aspek Pasar Studi Kelayakan Bisnis

    


    Ketika berencana untuk memasarkan produk atau menjalankan suatu bisnis, terdapat berbagai persiapan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan studi kelayakan bisnis. Semua pihak harus memiliki studi atau pembelajaran yang baik agar suatu bisnis dapat berjalan dengan baik atau mungkin sebaliknya, Bagi perusahaan baru harus memahami tentang bisnis apa yang akan dijalankan. Jadi perlu memahami tentang studi yang tepat agar bisnisnya sesuai dengan yang diharapkan. Disini aspek pasar dan pemasaran menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan bisnis. Aspek tersebut nantinya dapat membantu sebuah bisnis untuk menentukan arah, tujuan, dan sasaran dari pemasaran produk yang akan ditawarkan.

Pengertian Aspek Pasar dan Pemasaran

Pasar dan pemasaran merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pasar dan pemasaran saling ketergantungan dan saling mempengaruhi satu sama lain, sehingga pasar akan selalu berdampingan oleh pemasaran dan seriap kegiatan pemasaran adalah untuk menciptakan pasar. Dalam artian sempit pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi, dengan kata lain bahwa pasar memiliki tempat atau lokasi tertentu sehingga memungkinkan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. 

Pemasaran

Pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial yang mana baik individu maupun kelompok dapat memperoleh apa yang mereka inginkan ataupun butuhkan dengan cara melakukan pertukaran produk maupun nilai dengan pihak yang lainnya. Beberapa hal pokok yang penting untuk dianalisis dalam aspek pemasaran ialah:

  1.  Segmentasi pasar; yakni pembagian pasar kedalam beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang tentunya mempunyai atau memerlukan produk dan marketing mix yang juga berbeda. Beberapa aspek seperti geografis, demografi, psikografis, dan perilaku merupakan bebrapa aspek utama didalam mensegmentaskan pasar.
  2. Sasaran pasar analisis; Dapat dilakukan dengan cara menelaah tiga faktor prnting dalam aspek pemasaran yakni: Ukuran dan pertumbuhan segmen, Kemenarikan struktural segmen, serta Sasaran dan sumber daya.
  3. Menentukan posisi pasar; dapat dilakukan dengan mengikuti tiga langkah yakni Mengidentifikasi keunggulan kompetitif, Memilih keunggulan kompetitif, serta Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi.
  4. Analisis persaingan pasar didalam menetapkan strategi pemasaran kompetitif yang efektif; dalam studi kelayakan bisnis, tentunya perlu bagi kita untuk mencermati produk, harga, saluran distribusi dan juga promosi yang dilakukan oleh para pesaing terdekat. Beberapa tahap atau langkah yang bisa kita tempuh dalam menganalisis para pesaing, antara lain: Menidentifikasi para pesaing, Menentukan sasaran para pesaing, serta Mengidentifikasi para pesaing (Yanuar 2016)
Tujuan Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran

Tujuan utama dari aspek pasar dan pemasaran yaitu untuk mengetahui berapa besar pasar yang akan dimasuki, strktur dan peluang yang ada serta prosepek pasar, hingga bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan. Secara khusus perusahaan atau organisasi membuat analisis pasar dan pemasaran dengan tujuan untuk: 
  1. Meningkatkan laba dan penjualan, yaitu cara sebuah perusahaan atau organisasi memperbanyak omset dari setiap penjualan, maka akan didapatkan laba atau keuntungan sesuai dengan target dan perencanaan dari suatu perusahaan
  2. Mendominasi pasar, yaitu cara perusahaan bagaimana untuk mendominasi pasar dengan cara meningkatkan dan memperluas market share-nya dibeberapa wilayah tertentu.
  3. Memperkecil daftar pesaing, yaitu suatu cara yang digunakan untuk memperkecil kemungkinan adanya pesaing dibidang yang sama dan memiliki produk yang sejenis yang dapat menyaingi atau bahkan membuat perusahaan atau usaha menjadi tidak dilirik oleh masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut perusahaan harus menciptkatan poduk dengan mutu yang tinggi namun dengan harga yang masih terjangkau dan tidak terlalu mahal dikalangan masyarakat menengah.
  4. Menaikkan prestise produk dan perusahaan dipasar, dengan cara membuat promosi yang menarik bagi pelanggan. Selain itu juga dapat dilakukan peningkatan mutu produk yang sesuai dengan keinginan konsumen.
  5. Memenuhi pihak-pihak tertentu, tujuan ini lebih mengarah pada puhak-pihak tertentu seperti pemerintah ataupun lembaga tertentu (Kasmir and Jakfar 2013). 
Jenis – Jenis pasar dan pemasaran 
Menurut Umar (2005) Pasar dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan, yaitu: 
  1. Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsikan, bukannya dijual atau diproses lebih lanjut. Termasuk dalam pasar konsumen ini adalah pembeli-pembeli individual dan atau pembeli rumah tangga (non-bisnis). Barang yang dibeli adalah barang konsumsi. 
  2. Pasar industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, dalam memproduksi barang lain yang kemudian dijual. Barang yang dibeli adalah barang industri.
  3. Pasar penjual adalah suatu pasar yang terdiri atas individu individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan agar mendapatkan laba.
  4. Pasar pemerintah adalah pasar di mana terdapat lembagalembaga pemerintah seperti departemen-departemen, direktorat, kantor-kantor dinas, dan instansi lain.
Segmen pasar: Para pemasar membagi deskriptor segmentasi menjadi tiga kategori untuk pasar konsumen dan industrial yang berkaitan dengan orang atau perusahaan. Deskriptordeskriptor tersebut adalah sebagai berikut: 
  • Deskriptor fisik: Deskriptor ini teruatama digunakan untuk menggambarkan konsumen berdasarkan faktor-faktor demografi. Dan pembagian-pembagian tersebut didasarkan pada usia, jenis kelamin, penghasilan, daur hidup keluarga, pekerjaan, pendidikan. Deskriptor fisik juga penting dalam segmentasi pasar industrial, yang disegmen dalam dua tahap. Pertama, segmentasi makro, membagi pasar berdasarkan karakteristik organisasi-organisasi yang membeli dengan menggunakan deskriptor seperti geografi, lokasi, ukuran perusahaan, dana afiliasi industri
  • Deskrpitor perilaku umum: Deskriptor mencoba menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai mengapa dan bagaimana konsumen berperilaku di pasar. Deskriptor yang berlaku paling umum adalah gaya hidup dan kelas sosial. Segmentasi berdasarkan gaya hidup, atau psikografis mengelompokkan konsumen atas dasar kegiatan, minat, dan opini mereka. Dari informasi ini, adalah mungkin untuk mengetahui jenis produk atau jasa yang mampu menarik minat kelompok tertentu, sekaligus bagaimana cara terbaik untuk berkomunikasi dengan orang-orang dalam kelompok ini. 
  • Kelas sosial: Setiap masyarakat memiliki pengelompokan statusnya terutama berdasarkan kesamaan penghasilan, pendidikan, pekerjaan. Karena para peneliti telah mendokumentasikan nilai-nilai dari berbagai kelas, adalah mungkin untuk mengetahui perilaku tertentu yang berkaitan dengan produk tertentu.
Adapun jenis struktur pasar yang ada dapat dikelompokkan kedalam;
  1. Pasar persaingan sempurna: adalah suatu pasar dimana terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli, sehingga Tindakan penjual secara individu tidak dapat memengaruhi harga barang di pasar. Produk yang dihasilkan produsen relative sama (homogen), sehingga suatu produsen pelengkap sempurna bagi hasil produksi produsen lain. Dalam pasar ini perusahaan bebas keluar masuk industry, artinya tidak ada hambatan apapun yang membatasi untuk masuk dan keluar. Dalam pasar ini setiap produsen adalah pengambil harga (price taker). Keuntungan diperoleh dalam jenis pasar ini dalam jangka Panjang umumnya keuntungan normal saja. Keuntungan supernormal hanya diperoleh dalam jangka pendek. Karena kalau hal ini terjadi akan memancing perusahan produsen lain masuk kedalam industri. Promosi tidak begitu diperlukan dan untuk mencari keuntungan perusahaan harus mampu menentukan berapa tingkat produksi yang diperlukan..
  2. Pasar persaingan monopolistik: adalah suatu pasar di mana banyak penjual atau perusahaan dan memiliki ukuran – ukuran yang relative sama besarnya. Produk yang dihasilkan berbeda corak, sehingga secara fisik mudah dibedakan antara produsen suatu perusahaan dan perusahaan lain. Masuk ke dalam industry ini relative mudah. Perusahaan mempunyai sedikit kekuatan dalam menentukan dan memengaruhi tingkat harga, sehingga untuk memperoleh penjualan yang tinggi memerlukan promosi yang sangat besar.
  3. Pasar oligopoli: adalah sebuah struktur pasar yang hanya terdapat sedikit penjual. Barang yang dihasilkan adalah barang standar (contoh, semen, industry baja) dan barang berbeda corak (mobil). Hambatan untuk masuk industry sedikit sulit hal ini disebabkan modal yang diperlukan relatif besar. Peran iklan sangat dominan untuk meningkatkan penjualannya. Dalam pasar oligopoli kekuatan menentukan harga sangat tergantung keadaan, adakalanya kuat dan adakalanya lemah. Jika perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain maka kekuasaan dalam menentukan harga relatif kuat, sedangkan jika perusahaan tanpa melakukan Kerjasama dengan perusahaan lain kekuatan menetukan harga relatif lemah. Jadi perusahaan dalam pasar ini jarang bersaing mengenai harga, tetapi bersaing pada factor lain seperti kualitas atau desain.
  4. Pasar monopoli: adalah suatu struktur pasar dimana hanya ada satu penjual saja. Barang yang dihasilkan tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Sulit sekali masuk ke dalam industri ini, karena berbagai hambatan seperti: 
    • Penguasaan bahan mentah yang strategis oleh pihak – pihak tertentu. 
    • Terdapat skala ekonomi 
    • Peraturan pemerintah (hak paten, hak pengusaha eksklusif) 
Kekuatan menentukan harga sangat kuat dan promosi dalam pasar ini kurang diperlukan. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal perusahaan harus mampu menentukan tingkat harga dan jumlah produk yang harus dijual secara bersamaan.

Faktor Aspek Pasar dan Pemasaran

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan 
  1. Harga barang itu sendiri 
  2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang substitusi atau komplementer)
  3. Pendapatan
  4. Selera
  5. Jumlah penduduk
  6. Pengaruh-pengaruh khusus 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi penawaran 
  1.  harga barang itu sendiri
  2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang substitusi atau komplementer)
  3. Teknologi
  4. Biaya produksi
  5. Tujuan perusahaan
  6. Pengaruh-pengaruh khusus (akses) 
Marketing Mix 
Dasar konsep marketing adalah marketing strategic, yang merupakan kombinasi dari variabel-variabel yang dapat dikontrol oleh organisasi/perusahaan. Marketing mix adalah perpaduan dari variabel-variabel intern yang dapat dikontrol, dimobilisasi untuk mencapai pasar sasaran (segmen) tertentu. 

Unsur-unsur yang terdapat dalam marketing mix menurut Smith (1993) dan Kotler (1997), adalah: 
  1. Product (Produk/Jasa): meliputi unsur-unsur jenis-jenis produk, kualitas, desain, features (fasilitas dan kegunaannya), brand-name, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi, dan penggantian jika terjadi kerusakan.
  2. Price (Harga): meliputi unsur-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Harga biasanya digunakan oleh konsumen/pelanggan sebagai indikator kualitas. Artinya kalau harganya mahal seharusnya kualitasnya baik, dan sebaliknya, kalau harganya murah, maka produk/jasa yang dibeli biasanya kualitasnya tidak baik. 
  3. Promotion/Communication (Promosi/Komunikasi): di dalamnya termasuk promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, hubungan masyarakat (public relation), direct marketing, pembentukan customer data base, dialog, dan provision of customer service;
  4. Place (Tempat): meliputi unsur-unsur saluran distribusi, cakupan (coverage), lokasi, pergudangan, transportasi.
  5. People (Pimpinan dan Staf, Pelanggan, Pesaing): personal characteristic of the marketing manager and staff; ·Political Power (kekuatan politik), seperti suara/pendapat/pernyataan para elite politik dalam upaya menggalang kekuatan atau dalam menanggapi suatu masalah dapat mempengaruhi antara lain: opini massa, kondisi/sentimen pasar (melonjaknya harga-harga, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, merosotnya harga saham, menurunnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, kecemasan dunia usaha), keamanan, rasa aman, kepastian usaha, dan stabilisasi.
Keunggulan dan Kelemahan Aspek Pasar dan Pemasaran 

Kelebihan :
  1. Adanya market share Market share dapat membantu untuk membandingkan dua perusahaan atau lebih yang bersaing di pasar yang sama. adanya perhitungan pada market share bisa digunakan sebagai indikator terkait daya saing pasar guna mencatat seberapa baik dan berkembangnya performa perusahaan jika dibandingkan dengan kompetitornya.
  2. Memungkinkan adanya analisa tren pada suatu pasar. Analisa tren berguna untuk menarik lebih banyak konsumen, memahami konsumen lebih dalam, menciptakan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen hingga menciptakan nilai kepuasan.
  3. Adanya tingkat persaingan dan strategi pesaing dalam memasarkan produk sangat berpengaruh terhadap penjualan. Seperti : adanya strategi pemasaran 7 elemen product, price, place, promotion, people, process, physical evidence akan membantu dalam merencanakan keberhasilan penjualan perusahaan. 
  4. Memungkinkan adanya suatu riset pada pasar. Riset pasar berguna untuk mendapatkan perspektif dan pemahaman yang lebih baik tentang pasar atau target audiens, serta memastikan bahwa perusahaan tetap terdepan dalam persaingan.
  5. Memungkinkan adanya targeting Targeting akan sangat berguna dalam menempatkan gagasan pemasaran dengan lebih jelas, dapat menemukan dan membandingkan peluang di pasar, dapat mengelompokkan budget yang dimiliki secara tepat, dapat memudahkan dalam menyesuaikan produk dan strategi marketing yang sesuai dengan target konsumen hingga menciptakan nilai plus pada bisnis.

Kekurangan:
  1. Adanya market share Market share hanya berpegangan pada prinsip bahwa sebuah perusahaan yang memiliki pasar kecil maka akan mendapatkan keuntungan yang kecil pula. Hal ini membuat penghitungan market share tidak memperhatikan kompetitor kecil, melainkan hanya fokus pada kompetitor penguasa pasar.
  2. Analisa tren yang salah dapat berakibat fatal pada bisnis.
  3. Perubahan pasar seperti tekanan inflasi/deflasi terhadap ekonomi regional, nasional, dan global, berpengaruh besar dan berdampak pada bisnis secara langsung.
  4. Adanya Product Specialization Apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produk atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi akan langsung berakibat fatal pada bisnis.
  5. Adanya Selective Specialization yakni pemasar dapat menyeleksi beberapa segmen secara langsung memungkinkan segmen yang dipilih tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi yang pas


EmoticonEmoticon